Kamis, 16 Februari 2012

NOVEL BARU

NANTIKAN MAHAKARYA `SANG ROMO` 
Karya Carlo Van Raay
Sebuah kisah pergulatan batin dan perjuangan hidup!


SANG ROMO (SR) berangkat dari keprihatinan kepada degradasi moral para pengajar moral belakangan ini. Tidak semua demikian, tetapi jika dikatakan semakin banyak yang demikian, ya! Kenyataan yang terjadi, Keuskupan di Amerika bangkrut karena dituntut ganti rugi atas pelecehan seksual yang dilakukan oknum imam Katolik. Itu di Amerika. Indonesia? 
SR adalah novel kisah nyata dari seorang anonim yang pernah mengalami kehidupan di sebuah Seminari di Bandung. Anonim ini kini hidup bahagia dengan jalan hidupnya yang baru: seorang istri dan calon bayi yang ada diperut istrinya. Hidupnya kembali normal, setelah bertahun-tahun terjerat kehidupan 'cinta sesama jenis' yang bibitnya disemai dan tumbuh lalu 'dipelajarinya' di Seminari.

Bukan hanya kasus imam melanggar kemurniannnya dengan seorang wanita, tapi juga soal pelanggaran kemurnian kepada pria 'sesama jenis'. 

SR hadir sebagai rangkuman realita yang tidak saja benar-benar ada, tapi lengkap menyajikan berbagai intrik dan 'kehidupan suci' dari sebuah institusi bernama GEREJA. 

SR menghadirkan sebuah inspirasi agar GEREJA mau berbenah dengan para imamnya. Penulis SR sendiri seorang Katolik yang mencintai Gerejanya dan ingin semuanya semakin terkuak, agar ada perbaikan di sana!


"Tiga kuntum mawar merah dipegang Leo erat-erat. Ia menuju ke Gereja Tua bernama Katedral Jakarta. Kepada Bunda Maria ia minta agar hidupnya bahagia dan penuh cita"
Leo dengan kepolosannya.
"Leo menerima hosti suci dari tangan yang sama. Tangan yang pernah mengelus-elus kelaki-lakiannya. Leo tak berpikir apa-apa. Hatinya suci dan ada cita-cita iman yang murni yang baru akan dia mulai"
Leo dengan penghormatannya yang sejati kepada SR: sosok teladan yang harus dihormati.
"Sembilan tahun lamanya, Penisnya itu hanya diperuntukkan bagi seorang gadis bernama Ghea. Setelah malam indah itu, dia mulai menjadi lain. Sang Romo sudah memberikan kenikmatan hebat, sama seperti yang pernah diberikan Ghea dulu"
Leo dengan pergaulan normalnya sebagai laki-laki...menyerah kepada situasi.
"Tuhan, biarkan aku mampu mengungkap. Leo menatap langit-langkit kamar kostnya di Cikini. Ia terenung. Sama seperti anak muda lainnya. Ia hanya galau memikirkan. Ia akan menghadapi institusi raksasa bernama Vatikan"
Leo dengan komitmennya, mengakui dalam diri: ia harus menjadi yang pertama yang berkata jujur tentang realita ini.
"Sang Romo menghadiahkan Leo uang 300 ribu. Katanya untuk jajan saja. Cukup. Sang Romo mengambilnya dari dompet sucinya. Untuk Leo yang sudah memberinya kenikmatan"
SR dengan uang suci, kembali ke zaman Paus Borgias, harta dan dosa GEREJA.
"Tubuh Romo berminyak. Apalagi kepalanya yang sudah agak botak. Leo menikmati malam itu. Hanya sedikit sadar. Cairan itu menuntun Romo keluar kamar dan mencuci tangannya. Ia mengumpulkan bibit hidup Leo yang terlanjur mati ditangan sucinya itu"
Mereguk kenikmatan dari jiwa domba.
"Dibalik bajunya ia sangat ramah. Ia penuh cinta. Ia membelai tanpa pertinsing nafsu: 'Kamu sudah makan?', 'Sudah Romo!', 'Ah kamu pasti bohong, ayo kita makan dulu'"
Perhatian seorang gembala!


"Alunan musik itu sangat indah: Sleep Away dari Bob Acri. Tangannya sudah meraba-raba paha Leo. Malam yang dingin. Leo tampan, 21tahun, tidur seranjang dengan Sang Romo"
Asmara Domba dengan Gembala.


Carlo Van Raay
Nama ini terinspirasi 
dari seorang Carla Van Raay,
ia penulis kisah nyata.
ia seorang mantan Biarawati
yang juga menulis tentang kisah hidupnya,
mulai dilecehkan Ayahnya, masuk biara,
menjadi lesbi,
menjadi pelacur,
hancur,
lalu bangkit dengan ceritanya
dalam buku populer:
SANG PELACUR TUHAN
(God's Callgirl)

Tidak ada komentar: